Hari ini, 10 September 2016 hari di mana tidak ada kebisingan atau keributan di dalam rumah. Hiruk pikuk yang meramaikan rumah kini menjadi sunyi. Sunyi ini menyebabkan kerinduan yang mendalam. Tak ada lagi adik-adik nakal yang suka membuat keributan. Terkadang, aku merindukan mereka yang suka membuat mappanenna setengah mati dan di setiap waktu jika aku sedang berada di rumah.
Karna aku anak sulung, maka aku harus memberikan contoh yang baik kepada adik-adikku ini, jadi jangan marah ya dek kalau kakak keseringan marahi kalian hehehe.
Perkenalkan, adikku yang pertama bernama Raihan Firdaus Idris. Dia duduk dibangku 5 SD dan dia adalah orang yang hobinya main game dan suka nonton. Hal yang paling aku nggak suka nih ya, terkadang dia itu lupa sehingga keterusan nonton sama main game deh, hingga lupa makan dan lain-lain. Nah, ujung-ujungnya? gue juga'kan yang dimarahin sama mama dan papa. Di marahin ini itulah, tragisnya ya yang jadi anak sulung hehehe.
Yang adik kedua aku itu namanya Khalilah Chantika Idris. Nah, ini nih paling unik tanggal lahirnya. Serba 11 loh. Tanggal, bulan dan tahun lahir pokoknya serba 11! Yang satu ini, kadang suka ngejailin aku dan kadang baik juga sama aku jadi gak tau kapan jailnya kapan baiknya. Tapi, yang aku suka dari Khalilah karna dia mabessa (nggak pelit) loh.
Terakhir, Khansa Maliyanah Idris. Yang satu ini agak hiperaktif ya. Suka banget sama es batu tapi kalau minta bilangnya batu batu batu sambil nyanyi nggak jelas. Kalau jalan sama yang ini, kudu sabar karna terkadang ulahnya bikin kita malu tapi terkadang lucu juga at the same time. Panggilan sayang aku buat Khansa di rumah adalah tomboy. Kenapa? karna dia itu tomboy orangnya, pernah berkelahi sama anak kecil seusianya, cowok lagi. Terus kalau aku manggil dia, dia pasti bilang tomboy juga. Hahaha
Dek, kakak kangen kalian nih. Tapi, sekalinya mereka di rumah sungguh otak ini ingin meledak! Kata demi kata mungkin nggak bisa menjabarkan adek-adekku tersayang ini, karna mungkin hanya hati yang bisa berbicara.
Senakal-nakalnya mereka, tak pernah ada sebersit perasaan benci di hati ini. Tatkala mereka pergi, hanya menyisakan kerinduan di hati. Ketika mereka menghilang (si Raihan pernah hilang) hati ini dibanjiri perasaan khawatir dan panik.
Terkadang aku iri sama mereka. Antara aku dan adik-adikku tersayang banyak kelebihan mereka yang aku ingin miliki. Tapi, aku selalu berusaha meyakinkan hati ini jika iri adalah perasaan yang bisa menjadi benci. Aku adalah anak pertama, jadi seharusnya aku bertanggung jawab dan memimpin mereka.
Mama dan Papa selalu bilang, "Kamu itu adalah contoh bagi adik-adik kamu. Jadi, jangan salahkan adik kamu jika adik kamu bertingkah tidak seperti yang kamu harapkan." Ya, aku percaya. Pernah, suatu hari mereka melihat aku membuang sampah sembarangan di rumah dan aku emang salah satu orang ter-mager di dunia. Besoknya? rumah seperti kapal pecah! Kenapa? mainannya 2K (Khalilah-Khansa) berserakan di mana-mana! Banyak pembungkus snack juga yang berantakan. Siapa yang disalahkan? aku juga... terus siapa yang harus bersihkan itu semua? aku juga...
Nasib anak sulung memang begitu. Mungkin ada hikmahnya ya, yaitu anak sulung adalah panutan bagi adik-adiknya.
Semua orang tua pasti beda-bedalah caranya menyayangi kita. Ada yang terkesan cuek tapi eeeh ternyata diam-diam menghanyutkan... diih bikin baper jadinya laper deh hahahaha. Gaje? hahaha begitulah jihan. Di dalam kelas, aku mungkin yang paling gaje wkwkwk.
"Berusahalah untuk menghindar dari kesalahan apapun ketika kamu mencoba memikul beratnya beban. Beratnya beban terkadang membuat beratnya kehidupan. Jika bahagia adalah penawar dari berat tersebut, kenapa harus diberatkan?" - Anonymous
P.S: Mood lagi berantakan hari ini jadi mungkin tulisan ini terkesan berantakan juga.
Komentar
Posting Komentar
Syarat berkomentar:
*Berkomentarlah dengan unsur yang tidak mengandung kontroversi
*Berkomentarlah sesuai konten yang dibahas