Langsung ke konten utama

Postingan

CERPEN : Edisi Terbatas

Edisi Terbatas Oleh: Jihan Dhiya Ulhaq Idris ( @hujan.november & @jihandhiya )        “ Indonesia adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republik dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer. ” Aku menyudahi bacaanku. Kuangkat kepalaku perlahan dan melihat bagaimana ekspresi ayahku di depan sana.        “Besok, kamu harus memberikan pernyataanmu terhadap media di luar sana!” Suaranya terdengar tegas dan ia bangkit dari duduknya.           “Kenapa aku harus yang memberikan pernyataan?!” kali ini, aku harus membela diriku. Ini bukan salahku.         “Partai-partai saling menjatuhkan! Kamu tidak tahu malu apa? Partai yang sedang berpihak kepada kita saat ini mendesak kita. Jika kamu tidak memberikan pernyataanmu besok. Maka, ayahmu ini terpaksa mengundurkan diri dari pencalonan gubernur!” ancamnya. ...
Postingan terbaru

Curhatan Seorang Fangirl: Yakin Sepenuhnya Hijrah? (Part I)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Apa kabar semuanya? Seingatku, sudah setahun lalu aku merubah penampilanku. Kalau bisa dibilang hijrah, okelah, but... its not even full & still, im on my process (baca; istiqomah) . Aku baru sadar ternyata aku belum pernah nulis atau curhat perihal hijrah di blog pribadiku ini. Padahal, aku sudah mempublikasikan kisahku ini di platform menulis yang lain. Kenapa aku nulis ini? Aku berharap semoga semua yang aku tumpahkan melalui tulisan (karena sebenarnya aku tidaklah lihai menuangkan kisahku dalam lisan) mengenai kisahku ini, bisa menjadi inspirasi dan motivasi kepada teman-teman semua, terutama seorang muslimah yang mengklaim dirinya sebagai seorang fangirl yang akut! (nah, loh?!) Sebelumnya, aku teringat sama pepatah kalau hijrah itu gampang, istiqomah itu yang susah. Oke, I agree with that statement . Banyak orang yang bilang: hijrah itu susah! Gue takut ah nanti kalau hijab syar'i, terus kelakuan nggak mencermink...

Puisi: Sebelah Mata

Sebelah Mata by: Jihan Dhiya Ulhaq Idris (Po-Rain) Dia... Memandangku dengan sebelah mata Terpatri keirian begitu berkobar Seakan matanya ingin mendusta Tangisan... Berguna untuk jiwa ragaku Walaupun kau meremehkan Bahkan, memandangku sebelah mata Terluka... Menghilang begitu saja Terbekas dalam jiwa Hingga menusuk dada Mereka... Tak tahu lagi apa tutur kataku Hanya memandang sebelah mata Tak berarti aku dalam potret mereka Takkan kubiarkan... Sebelah mata itu menyayat Menghancurkan serta merta Mimpi dalam genggaman tanganku Berhenti sesaat... Lupakan! Tapi tak apa! Begitu halus namun sakit Apa daya tubuh mungil ini Tergores jiwaku oleh sebelah mata Begitu jelas... Membekas... Untuk selamanya... Kupandang mereka... Apa yang harus kuperbuat? Apa aku begitu hina? Hingga memandangku sebelah mata? Lisan sunyi walau hidup... Duka jelas begitu terasa... Terlena hidup dalam kerapuhan... Tak terasa air mata menetes Pertanyaan-pertanyaan berdatangan Namun ...

Puisi: Teror oh teror

Teror oh teror by: Jihan Dhiya Ulhaq (Po-Rain) Hati gundah hati gelisah... Terbelit rapuh oleh remangnya cahaya Dilanda ragu terasa sesak Gundah sungguh menawan hati Teror oh teror... Sungguh menyayat hati Namun terasa sakit Membuat malamku kian gelap Raba hatiku! Cemas, takut dan terluka Resah, terpejam dalam luka Semua bersatu di dalam jiwa Teror oh teror... Kenapa harus aku? Apa hanya aku? Benarkah itu? Teror oh teror... Tak tahu kau di mana pikiranku melayang? Di sana nan jauh beterbangan! Diterpa angin dalam mimpi Tertohok rasa sakit begitu perih Hilang rasa kepercayaan Tertanam bibit penyesalan Berduka dalam nyata Teror oh teror... Hilang semua rasa bahagia Dilema karena nyata Nyata bersatu dalam kegelapan dunia

Hujan yang tak sampai...

Merenung dikala hujan turun... Merenung akan hal-hal yang disesali walau sebenarnya itu sederhana. Hujan bagaikan suhu yang dingin untuk meluluhkan hati dikala pemilik hati tersebut sedang pergi mencari di mana sang Matahari. Tak pernah kita tau bahwa pemilik hati tersebut hanya memasang topeng di depan hujan. Di mana Sang Matahari? yang selalu berkata bahwa dia akan menyinari dan menghangatkan pemilik hati tersebut? Di mana?! Berbicaralah kepada hujan maka hujan akan memberimu kesakitan yang sangat perih dikala kamu menghinanya. Berbicaralah kepada matahari maka matahari akan memberitahumu kehangatan yang justru membuatmu terlihat munafik di depannya. Tetes air demi air yang sampai bukankah pertanda bahwa begitu besarnya masalah pemilik hati tersebut? Maka menangislah pemilik hati tersebut manakala berpadunya air hujan dan air matanya. Ingin tersenyum tapi apa daya? Pemilik hati tersebut sudah lelah untuk berpura-pura dikala hujan turun. Matahari pergi... Kenapa?! Pergi k...

10 Konsep Esensial Geografi (Pengertian dan contohnya)

Apa sih konsep esensial geografi itu? Terus contoh-contohnya apa? Jadi, konsep esensial geografi itu adalah konsep dasar bagi perkembangan geogragi. Bisa juga dikatakan sebagai study dalam mempelajari geografi. Nah, sebelum membahas apa itu konsep esensial geografi. Udah pada tau gak nih pengertian dari geografi? Nah gue jelaskan ya dari pengertian umumnya. Jadi, menurut semlok (seminar dan lokakarya) Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1998 menyimpulkan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. Sedangkan menurut gue pribadi, geografi itu mengajarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa di bumi. Konsep esensial geografi ini ada 10, yaitu: 1. Konsep Lokasi Konsep lokasi adalah konsep tentang letak suatu tempat atau fenomena di muka bumi ini. Konsep lokasi ini bahkan terbagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif....

Antara aku dan adik-adikku tersayang

Hari ini, 10 September 2016 hari di mana tidak ada kebisingan atau keributan di dalam rumah. Hiruk pikuk yang meramaikan rumah kini menjadi sunyi. Sunyi ini menyebabkan kerinduan yang mendalam. Tak ada lagi adik-adik nakal yang suka membuat keributan. Terkadang, aku merindukan mereka yang suka membuat mappanenna setengah mati dan di setiap waktu jika aku sedang berada di rumah. Karna aku anak sulung, maka aku harus memberikan contoh yang baik kepada adik-adikku ini, jadi jangan marah ya dek kalau kakak keseringan marahi kalian hehehe. Perkenalkan, adikku yang pertama bernama Raihan Firdaus Idris. Dia duduk dibangku 5 SD dan dia adalah orang yang hobinya main game dan suka nonton. Hal yang paling aku nggak suka nih ya, terkadang dia itu lupa sehingga keterusan nonton sama main game deh, hingga lupa makan dan lain-lain. Nah, ujung-ujungnya? gue juga'kan yang dimarahin sama mama dan papa. Di marahin ini itulah, tragisnya ya yang jadi anak sulung hehehe. Yang adik kedua aku itu nama...