Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Puisi: Sebelah Mata

Sebelah Mata by: Jihan Dhiya Ulhaq Idris (Po-Rain) Dia... Memandangku dengan sebelah mata Terpatri keirian begitu berkobar Seakan matanya ingin mendusta Tangisan... Berguna untuk jiwa ragaku Walaupun kau meremehkan Bahkan, memandangku sebelah mata Terluka... Menghilang begitu saja Terbekas dalam jiwa Hingga menusuk dada Mereka... Tak tahu lagi apa tutur kataku Hanya memandang sebelah mata Tak berarti aku dalam potret mereka Takkan kubiarkan... Sebelah mata itu menyayat Menghancurkan serta merta Mimpi dalam genggaman tanganku Berhenti sesaat... Lupakan! Tapi tak apa! Begitu halus namun sakit Apa daya tubuh mungil ini Tergores jiwaku oleh sebelah mata Begitu jelas... Membekas... Untuk selamanya... Kupandang mereka... Apa yang harus kuperbuat? Apa aku begitu hina? Hingga memandangku sebelah mata? Lisan sunyi walau hidup... Duka jelas begitu terasa... Terlena hidup dalam kerapuhan... Tak terasa air mata menetes Pertanyaan-pertanyaan berdatangan Namun ...

Puisi: Teror oh teror

Teror oh teror by: Jihan Dhiya Ulhaq (Po-Rain) Hati gundah hati gelisah... Terbelit rapuh oleh remangnya cahaya Dilanda ragu terasa sesak Gundah sungguh menawan hati Teror oh teror... Sungguh menyayat hati Namun terasa sakit Membuat malamku kian gelap Raba hatiku! Cemas, takut dan terluka Resah, terpejam dalam luka Semua bersatu di dalam jiwa Teror oh teror... Kenapa harus aku? Apa hanya aku? Benarkah itu? Teror oh teror... Tak tahu kau di mana pikiranku melayang? Di sana nan jauh beterbangan! Diterpa angin dalam mimpi Tertohok rasa sakit begitu perih Hilang rasa kepercayaan Tertanam bibit penyesalan Berduka dalam nyata Teror oh teror... Hilang semua rasa bahagia Dilema karena nyata Nyata bersatu dalam kegelapan dunia