Langsung ke konten utama

Mencoba menerima diri apa adanya

Assalamualaikum...

Akhir-akhir ini saya terkadang down. Gairah hidup benar-benar surut seperti semangat saya yang sekarang sedang kering dan butuh hujan agar hujan itu dapat menyegarkan saya kembali. Selalu memikirkan hal-hal negatif tentang saya dan saya seperti merasa, "Saya tidak bisa dan tidak bisa!"

Saya sejujurnya menyerah dengan keadaan ini. Keadaan di mana harus 'terpaksa' melakukan hal-hal yang jarang saya lakukan. Saya takut akan segala sesuatu apalagi itu menyangkut diri saya. Butuh ekstra pengorbanan agar mereka tau bagaimana menghargai orang 'seperti' saya.

Terkadang, saya ingin mati saja. Semua perasaan negatif bercampur aduk, serasa diremuk. Khawatir, takut, marah, sedih hingga tak terkira lagi berapa adonan rasa yang saya rasakan.

Hal-hal yang menyangkut kekurangan saya ini membuat saya takut untuk bersosialisasi, tidak percaya diri, mengorbankan banyak hal agar dihargai dan takut. Terkadang, saya merasa hidup itu tidak adil. Tapi, sahabat saya selalu mengingatkan bahwa masih ada orang di bawah saya.

Ketika waktu mengejar saya, saya akan menunda waktu itu bahkan jika memang saya tidak bisa lari dari waktu itu lagi saya hanya bisa membiarkan waktu itu memutari saya layaknya jarum jam, menutup mata dan menikmatinya sehingga jantung ini hanya bisa berdetak seperti dikejutkan oleh bom nuklir. Pasrah akan kenyataan yang ada, benar-benar pasrah.

Tidak ada orang yang tau bahwa semua perasaan ini saya 'alihkan' dengan memendamnya bahkan menggantinya dengan 'topeng' yang bahkan saya sendiri tidak menyadarinya bahwa saya memasang topeng itu. SAYA BUTUH TOPENG ITU UNTUK MENUTUPI APA YANG TERJADI SEBENARNYA.

Rapuh? Ya. Seperti daun kering di musim gugur kemudian daun kering itu hancur berkeping-keping tatkala seorang manusia meremukkannya. Entahlah... kenapa banyak sekali tulisan saya yang terkesan galau bahkan galau akut. Tidak apa-apa... setidaknya saya punya inspirasi untuk menulis di blog saya ini.

Tau tidak? saya tidak akan pernah merasa puas apa yang saya capai. Karna... ketika saya puas, saya akan merasa terbang tinggi di langit yang tak akan bisa orang gapai dan tak ingin kembali lagi ke bumi. Merasa benar-benar angkuh... padahal saya sendiri punya banyak kekurangan. Saya sendiri selalu meringis kesakitan melihat orang-orang 'normal' yang malah lebih seperti merasa gairah hidupnya surut padahal banyak sekali yang mereka bisa capai tanpa keterbatasan fisik apapun. Saya tau, mental juga dibutuhkan tapi psikis seseorang seperti 'saya' yang harus dipertanyakan karna banyaknya kejadian-kejadian 'buruk' menimpa saya yang bahkan hanya berasal dari keterbatasan saya. Saya tau, bahwa tidak ada gunanya membandingkan diri kita kepada orang yang lebih dari kita karna perasaan akan membuat kita seolah kita terasa 'kecil' dibandingkan yang lain.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya tidak berbagi cerita saja kepada orang lain untuk meringankan beban dipundak saya ini? Sejujurnya, saya sudah mencoba dan itu dulu. Di mana saya berbagi kisah duka dan ceria kepada sahabat-sahabat saya sehingga memang manfaat sahabat itu sangat terasa. Saya percaya, jika memang mereka peduli dengan kita, mereka akan mencoba untuk diam ketika ada yang menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dengan saya. Jangan heran, ketika ada 'suatu' hal yang bocor dari mulut saya karna orang yang curhat ke saya itu memang berkhianat kepada saya. Bukan maksud balas dendam, tapi... di mana kepercayaan saya yang dahulunya saya berikan ke dia? dengan mudahnya dia khianati? ketahuilah... saya butuh waktu yang lama untuk menaruh kepercayaan itu kembali kepada dia. Karna ketika saya sesekali MEMPERCAYAI dia berarti itu benar-benar sesuatu yang besar dan ketika kepercayaan itu rusak, maka butuh waktu yang lama untuk memperbaikinya walau tidak akan bisa diperbaiki seutuhnya seperti sedia kala.

Terus terang, ketika saya sendirian di kamar dengan kesunyian malam, perasaan saya terbawa suasana dan merenung. Saya tidak akan sepenuhnyakan curhat terus dengan mereka? saya tidak ingin menambah beban mereka lagi karna mereka juga punya beban sendiri. Ya, kita memang saling berbagi tapi sahabat itu tidak egois dan akan selalu paham situasi yang tepat. Jujur saja, saya terkadang egois dengan mereka tapi saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada mereka.

Saya pikir... hidup itu selalu berputar layaknya roda sepeda yang dikayuh. Dikayuh dengan kerja keras agar kita bisa mencapai tujuan tertentu. Sampai sekarangpun saya masih stress, tapi... saya pikir buat apa saya terus-terusan begini? menguras tenaga saja. Saya juga ingat Ibu Indra bilang, "Jangan menangisi orang yang tidak peduli dengan kamu." dan itu memang benar adanya. Buat apa coba? gak mutu. Tapi, sebagai perempuan ya taulah hatinya sensitif dan ketika diejek dan sayangnya yang diejek itu kekurangannya memang benar ada apalagi sampai terlihat pastilah perasaannya akan terlukai.

Saya selalu menangis ketika saya benar-benar tidak bisa memendam perasaan yang membuncah ini. Perasaan yang menggoreskan luka besar di hati, bukan karna cowok tapi karna ejekan. Ejekan itu termasuk salah satu bully-ing loh.

Saya pikir... apa salahnya berdamai dengan masa lalu? saya juga merenung kalau tidak selamanya saya merasa down. Ada kalanya kita akan bahagia juga...

Pernah suatu hari... saya sudah rileks dengan 'keadaan' saya seperti ini dan menerima diri saya apa adanya hingga membuat pikiran saya berpikir positif. Saya bilang, "Kalau mereka gak ngerti apa yang aku bilang... aku tulis di kertas aja deh." Nah... karna pikiran saya berpikir positif makanya saya jadi berani untuk mengajak orang berbicara, berani mengangkat tangan untuk menjawab dan mulai tau apa artinya "mencoba memaafkan" bahkan teman sekelas saya, waktu pertama masuk di SMA, saya itu pernah diejek loh sama dia terus teman-teman menertawakan saya tapi saya akan membalasnya dengan kebaikan agar dia sadar dan Alhamdulillah... dia juga mencoba untuk menghargai saya. Di saat itulah saya seperti semangat dalam hidup, segala kekhawatiran tergantikan dengan senyum bahagia.

So? terima dirimulah apa adanya. Dengan kondisi berbeda itu malah memperbanyak peluangmu untuk sukses. Asalkan kita mau berusaha dan doakan saya ya teman-teman semoga saya selalu berusaha. Amin...

"Akan ada orang yang benar-benar peduli denganmu dan ada juga orang-orang yang memandangmu remeh. Kita tidak bisa memilih karna memang hidup ini ditakdirkan untuk kita jalani." - J i h a n

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi: Sebelah Mata

Sebelah Mata by: Jihan Dhiya Ulhaq Idris (Po-Rain) Dia... Memandangku dengan sebelah mata Terpatri keirian begitu berkobar Seakan matanya ingin mendusta Tangisan... Berguna untuk jiwa ragaku Walaupun kau meremehkan Bahkan, memandangku sebelah mata Terluka... Menghilang begitu saja Terbekas dalam jiwa Hingga menusuk dada Mereka... Tak tahu lagi apa tutur kataku Hanya memandang sebelah mata Tak berarti aku dalam potret mereka Takkan kubiarkan... Sebelah mata itu menyayat Menghancurkan serta merta Mimpi dalam genggaman tanganku Berhenti sesaat... Lupakan! Tapi tak apa! Begitu halus namun sakit Apa daya tubuh mungil ini Tergores jiwaku oleh sebelah mata Begitu jelas... Membekas... Untuk selamanya... Kupandang mereka... Apa yang harus kuperbuat? Apa aku begitu hina? Hingga memandangku sebelah mata? Lisan sunyi walau hidup... Duka jelas begitu terasa... Terlena hidup dalam kerapuhan... Tak terasa air mata menetes Pertanyaan-pertanyaan berdatangan Namun ...

10 Konsep Esensial Geografi (Pengertian dan contohnya)

Apa sih konsep esensial geografi itu? Terus contoh-contohnya apa? Jadi, konsep esensial geografi itu adalah konsep dasar bagi perkembangan geogragi. Bisa juga dikatakan sebagai study dalam mempelajari geografi. Nah, sebelum membahas apa itu konsep esensial geografi. Udah pada tau gak nih pengertian dari geografi? Nah gue jelaskan ya dari pengertian umumnya. Jadi, menurut semlok (seminar dan lokakarya) Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1998 menyimpulkan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. Sedangkan menurut gue pribadi, geografi itu mengajarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa di bumi. Konsep esensial geografi ini ada 10, yaitu: 1. Konsep Lokasi Konsep lokasi adalah konsep tentang letak suatu tempat atau fenomena di muka bumi ini. Konsep lokasi ini bahkan terbagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif....

Aku tidak ingin PACARAN. Alasannya?

Assalamualaikum... Slogan remaja sekarang "Nggak jaman kali kalau NGGAK pacaran" Nggak jaman? hahaha lucu. Kenapa? Jadi, hamil diluar nikah itu jaman ya sekarang? Kan pacarannya nggak ngapa-ngapain. Iya, tapi jamin besoknya bakalan gimana? ...... Mirisnya, ketika awal dari pacaran dimulai memang nggak ngapa-ngapain tapi semakin jauh hari pasti ngapa-ngapain karna jika kita berhasil dari godaan setan yang pertama alhasil juga godaan setan yang kedua dan seterusnya akan berhasil. Pacaran yang awalnya nggak ngapa-ngapain dan itu jebakan setan malah jadi ngapa-ngapain. Maraknya, sekarang banyaknya kondisi hamil diluar nikah yang bahkan menghancurkan masa depan. Saya sendiri jujur, dulu pengen banget merasakan yang namanya pacaran. Dulu, saya iri sama teman-teman yang pacaran bahkan bikin saya baper tapi, Alhamdulillah... Allah selalu melindungi hamba-Nya ini dari godaan setan. Saya bilang begitu karna memang dasarnya pacaran itu terkesan main-main dan jika itupun saya in...