Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!
Kemarin, 17 Agustus adalah hari yang paling bersejarah untuk bangsa Indonesia, termasuk untuk saya sendiri. Berbagai hal unik dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk memperingati Hari Kemerdekaan kita. Misalnya, lomba makan kerupuk, lomba lari karung, gerak jalan, memasang bendera merah putih di depan rumah beserta bendera umbul-umbulnya, meramaikan twitter dengan hastag yang berhubungan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, meramaikan dunia maya, memasang status BBM tentang Hari Kemerdekaan Indonesia, melakukan upacara dan terakhir, ada juga yang hanya tiduran di rumah bersantai tanpa melakukan apa-apa (kasihan yaaa...).
Ngomong-ngomong soal Hari Kemerdekaan Indonesia kemarin. Menurut saya, Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari penjajahan. Walaupun penjajahan (penjajahan di sini yang saya maksud adalah perang) sudah lama usai, tapi sebenarnya masih banyak penjajahan yang lain. Seperti korupsi, maraknya penipuan, pemerkosaan, penyebaran narkoba dan lain-lain.
Jika ditinjau secara jauh, Indonesia akan sepenuhnya terbebas dari penjajahan jika rakyat Indonesia sendiri ingin mengubahnya. Sejujurnya, saya juga tidak luput dari kesalahan sehingga kesalahan yang saya anggap kecil itu saya remehkan, padahal bisa merusak bangsa Indonesia. Misalnya, saya kebiasaan membuang sampah sembarangan, terlambat pergi ke sekolah, kadang mengerjakan PR di sekolah dan malas belajar. Saya sadar, jika saya membuang sampah sembarangan itu akan merusak citra pemandangan Indonesia karna di waktu yang sama, bukan hanya saya yang membuang sampah sembarangan tapi banyak juga di berbagai daerah. Jika saya terlambat ke sekolah, mau dicap apa saya? tentu orang-orang akan mengatakan bahwa saya orang yang tidak disiplin sehingga di waktu yang bersamaan, bukan hanya saya yang terlambat tapi banyak juga siswa-siswi di sekolah lain. Jika hal ini masuk di media internasional, pasti bukan kita topik utamanya, tapi Bangsa Indonesia ini padahal kita adalah pelaku dari kesalahan kecil ini. Kadang mengerjakan PR di sekolah? bukankah itu salah satu bentuk yang tidak taat aturan dan tidak disiplin? Jika menyangkut malas belajar, ini paling parah. Kenapa? karna kita adalah generasi Indonesia selanjutnya. Otomatis jika kita adalah generasi selanjutnya, apakah kita ingin membiarkan orang-orang luar negeri itu berkata jelek tentang Indonesia? karna jika malas belajar, kedepannya kita yang katanya sebagai generasi Indonesia selanjutnya ini, dapat dibodohi oleh bangsa lain. Ingat! penjajahan berawal dari pembodohan sehingga dapat terjadi perbudakan.
Saya tentunya tidak melupakan sejarah. Saya sendiri jujur jika saya hidup di hari-hari di mana Indonesia belum merdeka, betapa sengsaranya saya. Apalagi masa-masa di mana Jepang menjajah kita dikurun waktu yang singkat, yaitu 3 tahun lebih. Tapi, menderitanya minta ampun apalagi kerja paksa yang membuat banyak pekerjanya (orang Indonesia) kelaparan bahkan ada parahnya pakaiannya itu berasal dari karung goni. Paling parah lagi... banyak dari mereka meninggal mengenaskan seperti mati kelaparan.
Hal yang paling banyak saya jumpai adalah ketika siswa-siswi Indonesia lebih mahir berbahasa inggris dan kurang bisa berbahasa Indonesia. Saya jujur, saya suka sekali menggunakan bahasa Inggris tapi saya tak lupa pula mempermantap bahasa Indonesia saya. Ada juga saya lihat, pergaulan remaja Indonesia sekarang sudah banyak yang condong kebarat-baratan. Mereka berpikir itu adalah sesuatu yang keren padahal budaya kita sendiri kita lupakan... ya termasuk saya sendiri kadang begitu.
Harapanku untuk Indonesia kedepannya... semoga Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Akhlak remaja sekarang diperbaiki termasuk saya juga berusaha melakukan yang terbaik untuk Negara Tercinta ini, karna Insya Allah... jika akhlak sudah baik maka yang lainnya juga baik. Saling menghargai, karna saya pernah merasakan yang namanya dikucilkan dan itu tidak nyaman sekali bahkan membuat saya hampir putus asa, karna menurut saya sekarang maraknya kejadian bully di Indonesia dan kita sebagai Rakyat Indonesia tidak akan pernah merasa nyaman dan akur jika kita sendiri tidak menciptakan perdamaian itu. Jaga kebersihan, demi keindahan Indonesia. Belajar yang rajin serta tak lupa di mana kita lahir. Seperti kata Gloriah, "Saya lahir di Indonesia, hidup di Indonesia. Saya akan berjuang untuk Indonesia dan saya akan mati di Indonesia" entah kutipan yang saya tulis mungkin salah, tolong dimaafkan karna ya saya cuma mengingat yang penting intinya begitulah. Kita berjuang untuk Indonesia!!!
Jangan lupa darimana asalmu ya kawan ;)
Komentar
Posting Komentar
Syarat berkomentar:
*Berkomentarlah dengan unsur yang tidak mengandung kontroversi
*Berkomentarlah sesuai konten yang dibahas