Sebelah Mata
by: Jihan Dhiya Ulhaq Idris (Po-Rain)
Dia...
Memandangku dengan sebelah mata
Terpatri keirian begitu berkobar
Seakan matanya ingin mendusta
Tangisan...
Berguna untuk jiwa ragaku
Walaupun kau meremehkan
Bahkan, memandangku sebelah mata
Terluka...
Menghilang begitu saja
Terbekas dalam jiwa
Hingga menusuk dada
Mereka...
Tak tahu lagi apa tutur kataku
Hanya memandang sebelah mata
Tak berarti aku dalam potret mereka
Takkan kubiarkan...
Sebelah mata itu menyayat
Menghancurkan serta merta
Mimpi dalam genggaman tanganku
Berhenti sesaat...
Lupakan! Tapi tak apa!
Begitu halus namun sakit
Apa daya tubuh mungil ini
Tergores jiwaku oleh sebelah mata
Begitu jelas...
Membekas...
Untuk selamanya...
Kupandang mereka...
Apa yang harus kuperbuat?
Apa aku begitu hina?
Hingga memandangku sebelah mata?
Lisan sunyi walau hidup...
Duka jelas begitu terasa...
Terlena hidup dalam kerapuhan...
Tak terasa air mata menetes
Pertanyaan-pertanyaan berdatangan
Namun tak bisa kujawab
Sudah habis kata-kata
Untuk merangkai sebuah jawaban
Tak tahu diri ini
Tak bisa menerima kenyataan
Dalam diam aku terisak
Terbelenggu dalam kesakitan
Keluarkan aku!
Bangkitkan aku!
Sadarkan aku!
Kalau ini bukan aku!
Tak bisakah aku...
Memandang mereka sebelah mata?
Membuat mereka menyesal?
Walau hanya sesaat?
Diriku berjuang!
Namun perisai dalam tenangku hancur
Cahayanya memudar
Ditelan oleh senja
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus